Komisi A DPRD Jatim Desak KPU Tingkatkan Sosialisasi Jelang Pendaftaran Pilgub 2024

Reporter : Redaksi
Budiono, Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur

Surabaya, Lingkaran.net Menjelang pendaftaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2024, Komisi A DPRD Jatim meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur untuk meningkatkan intensitas sosialisasi kepada masyarakat.

Hal ini dianggap penting agar seluruh lapisan masyarakat lebih siap dan memahami proses pemilihan yang akan berlangsung.

Baca juga: Ada Kabar Besar untuk Pelaku Jamu, DPRD Jatim Siapkan Jalan Menuju Pasar Ekspor

Anggota Komisi A DPRD Jatim, Budiono menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Pilgub 2024 sangat bergantung pada sejauh mana KPU mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama terkait jadwal, prosedur, dan pentingnya partisipasi aktif.

Menurut Budiono, masih banyak masyarakat yang kurang memahami detail proses pemilu, khususnya terkait mekanisme pendaftaran, syarat calon, dan aturan baru yang diterapkan KPU.

"Sosialisasi adalah kunci untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan memastikan tidak ada masyarakat yang bingung dalam menjalankan hak pilihnya," jelas politisi senior Gerindra ini.

Baca juga: Tarif Ojol di Bakal Dievaluasi Tiap Tahun, DPRD Jatim Siapkan Aturan Baru

Budiono juga menyoroti pentingnya menjangkau pemilih di daerah terpencil dan mereka yang kurang mendapatkan akses informasi.

Ia pun meminta KPU menggunakan berbagai saluran komunikasi, mulai dari media massa, media sosial, hingga sosialisasi langsung ke desa-desa.

Selain itu, Budiono juga mendorong KPU untuk memperkuat kerjasama dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam menjalankan program sosialisasi.

Baca juga: Fraksi PKS DPRD Jatim Desak Pemprov Segera Bayarkan TPG Guru Rp274,57 Miliar

"Kolaborasi dengan berbagai pihak akan mempermudah penyampaian informasi ke masyarakat. Kami harap semua elemen bisa terlibat aktif dalam mengawal Pilgub ini," tambah pria kelahiran Bojonegoro ini.

Dalam kesempatan ini, KPU Jawa Timur juga diharapkan memperhatikan kebutuhan kelompok-kelompok khusus seperti pemilih disabilitas, pemilih pemula, dan masyarakat adat yang sering kali terlewat dalam program sosialisasi. Alkalifi Abiyu

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru