Kenal Lebih Dekat Zuhrotul Mar’ah: Berkiprah di Politik, Aktif di Muhammadiyah dan Aisyiyah, Perhatian pada Kesehatan Lansia

Reporter : Redaksi

Surabaya, Lingkaran.net— “Selain di politik, saya aktif di organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah sejak lulus kuliah tahun 1999".

Baca juga: DPRD Surabaya Dukung Langkah Rotasi Pejabat Pemkot

Begitu statemen anggota Komisi D DPRD Surabaya Zuhrotul Mar’ah kala membuka obrolan saat ditemui Lingkaran.net, Rabu (28/5/2025) lalu.

Selain menjadi anggota dewan, Zuhrotul Mar'ah  juga punya jabatan penting di salah satu organisasi Islam besar di Tanah Air ini.

Dia berstatus aktif sebagai pengurus di tingkat cabang, daerah, sampai pimpinan pusat Muhammadiyah.

Di Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, politisi yang juga berprofesi di bidang medis itu aktif di Lembaga Dakwah Komunitas. Lembaga yang membidangi divisi dakwah digital, marginal, global, daerah 3T, dan pemantapan SDM dai.

“Kalau di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya saya menjabat Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) dan Tim Ahli Majelis Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial (MPKS),” beber politisi PAN itu.

Baca juga: Daftar Lokasi Salat Idulfitri yang Digelar Muhammadiyah Jumat 20 Maret 2026 di Surabaya

Sedangkan, di sela kegiatan politiknya, dia juga kerap turun langsung mengikuti kegiatan sosial organisasi di tingkat cabang. Zuhrotul menjadi penasihat di Majelis Pembina Kesehatan Umum di Kecamatan Krembangan.

Aktif berorganisasi sejak muda, Zuhrotul kini menjadi sosok inspiratif bagi kalangan Nasyiatul Aisyiyah, organisasi pemudi Muhammadiyah.

Dia aktif memberikan pengarahan terkait kesehatan, khususnya soal reproduksi, kepada para kader Aisyiyah.

Lantaran memiliki pengalaman di bidang kesehatan, Zuhrotul juga memilki kepedulian khusus terhadap urusan sosial. Salah satunya bagi perempuan lansia yang rentan soal kondisi kesehatan, dia memberikan bantuan dari segi medis maupun moral.

Baca juga: Data Kemiskinan hingga Aset Daerah Jadi Catatan Kritis Setahun Eri–Armuji

“Aisyiyah juga punya TK, itu kami yang ada di sana mengurus parenting di sekolah. Selain itu pembinaan lansia mulai dari edukasi, senam, termasuk memperhatikan kesehatan lansia,” ungkapnya.

Dia berpesan kepada generasi muda agar sebisa mungkin memberdayakan diri sendiri dan lingkungan sekitar. Bila aktif di organisasi, perempuan tidak boleh meninggalkan kodratnya sebagai istri dan ibu.

(*/Rifqi Mubarok)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru