x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Fenomena Blood Moon, Warga Probolingga Gelar Ritual Sambut Bulen Gerring

Avatar M Hidayatullah

Hype

Lingkaran.net - Fenomena blood mon (fenomena gerhana bulan total yang membuat Bulan tampak berubah warna menjadi merah darah) bagi warga Probolingga tidak hanya untuk dilihat. 

Gerhana bulan itu oleh warga Probolinggi disebut bulen gerring. Merej menyaksikannya langsung dengan menggelar beragam tradisi yang dilakukan seperti memukuli pepohonan, sediakan sesajen hingga gelar ritual.


Minggu malam pukul 23.27 WIB hingga Senin dinihari pukul 01.45 (7-8/9/2025) warga berbondong-bondong keluar rumah, membangunkan sanak keluarga. Mereka juga membawa kayu memukuli pepohonan dan sejumlah barang bangunan yang ada di rumah.

"Jegeh, jegeh, jegeh bedeh buleh gerring (bangun, bangun,bangun ada gerhana bulan," ucap Usman (35) salah satu warga Dusun Sumberkepoh, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Usman mengaku, dirinya mengetahui adanya fenomena gerhana bulan dari media sosial.

"Mendengar info itu kami bersama warga lain sejak semalaman sudah menunggunya untuk melihat fenomena gerhana bulan merah atau blood moon," ujarnya.

Usman mengaku, setiap terjadinya gerhana bulan sejak dia masih usia kecil sudah terbiasa di lingkungannya untuk membangunkan sanak keluarga yang terlelap tidur.

"Warga biasanya membawa sepotong kayu. Mereka keluar rumah memukuli benda atau pepohonan yang ada di sekitar rumahnya," tegasnya.

Selain itu, lanjut Usman, warga juga menyiapkan sesajen berupa kembang tujuh rupa dan berbagai makanan. 

"Kita melakukan ini agar terhindar dari sejumlah mara bahaya dan dijauhkan dari ribuan penyakit," paparnya.

Sementara itu, Imron Rahmatullah warga lain asal Desa Banyuanyar Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo mengatakan, setiap terjadi gerhana bulan atau bulen gerring dirinya bersama keluarganya, bangun dan melanjutkan melaksanakan salat sunnah khusufil qomar dan doa bersama.

"Agar senantiasa kita diberikan keselamatan dan diberikan keberkahan dalam hidup," tegasnya.

Memang tradisi selain mengerjakan salat gerhana, warga di Probolinggo masih kental dengan kegiatan yang menjadi turun temurun sejak nenek moyang. Yakni saat gerhana bulan terjadi mereka juga memukuli pepohonan dan benda benda disekitar rumahnya.

"Itu merupakan tradisi yang masih tetap dilestarikan oleh masyarakat, tetapi yang paling terpenting di saat  gerhana bulan kita dianjurkan untuk salat sunnah dan memohon kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan dan dijaukan dari segala penyakit," tandas Imron.

Artikel Terbaru
Kamis, 02 Apr 2026 19:07 WIB | Politik & Pemerintahan

Eri Cahyadi Rombak 78 Pejabat Pemkot Surabaya 

Lingkaran.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan perombakan birokrasi dengan melantik 78 pejabat di lingkungan pemkot, Kamis (2/4/2026). Langkah ...
Kamis, 02 Apr 2026 18:22 WIB | Politik & Pemerintahan

DPRD Surabaya Dukung Langkah Rotasi Pejabat Pemkot

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai rotasi 78 pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya sebagai langkah penyegaran organisasi. ...
Kamis, 02 Apr 2026 15:28 WIB | Politik & Pemerintahan

Dalami Urgensi Proyek Farmasi Rp22,9 Miliar, Komisi E Panggil Dinkes Jatim

Lingkaran.net - Komisi E DPRD Jawa Timur akan panggil Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur untuk meminta penjelasan terkait urgensi proyek ...