x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

DPRD Jatim Siap Sikat Judol, Pinjol, dan Sound Horeg, Perda Baru Segera Disahkan 

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Kedua atas Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. 

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya keresahan masyarakat akibat maraknya judi online (judol), pinjaman online (pinjol) ilegal, serta penggunaan sound horeg yang berlebihan. 

Ketua Komisi A DPRD Jatim, Dedi Irwansya, menjelaskan bahwa ketiga isu tersebut memiliki dampak sosial luar biasa di masyarakat. 

“Dampak pinjol dan judol ini sangat serius, banyak korban yang mengalami tekanan mental hingga harus menjalani perawatan di RS Menur. Kami melihat perlu adanya penguatan tindakan preventif dan konseling bagi masyarakat yang menjadi korban,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (27/10/2025). 

Selain itu, fenomena sound horeg pengeras suara berdaya tinggi yang kerap digunakan dalam acara hajatan hingga dini hari juga menjadi sorotan utama. 

“Banyak masyarakat yang demo karena terganggu. Bahkan Gubernur Jatim sudah menerbitkan Surat Edaran Bersama Nomor 300.1/6902/209.5/2025, SE/1/VIII/2025, dan SE/10/VIII/2025 tentang Penggunaan Sound System atau Pengeras Suara di Jawa Timur,” terang Dedi. 

Komisi A DPRD Jatim memastikan pembahasan Raperda ini akan selaras dengan kebijakan Pemprov Jatim agar tidak terjadi tumpang tindih aturan. 

“Leading sector penegakan nanti ada di Satpol PP. Saat ini kami masih menampung masukan dari berbagai OPD untuk penyempurnaan naskah Raperda,” imbuhnya. 

Selain dua isu tersebut, Komisi A juga menyoroti fenomena jual beli dan konsumsi daging hewan peliharaan seperti anjing. 

Menurut Dedi, aspek ini masih dikaji secara komprehensif karena menyangkut kebiasaan dan budaya sebagian masyarakat. 

“Masih kami dalami, karena di beberapa wilayah, konsumsi daging anjing dianggap bagian dari tradisi. Tapi kita harus melihat dari sisi perlindungan hewan dan dampak sosialnya,” tegasnya. 

DPRD Jatim berharap revisi Perda Ketertiban Umum ini dapat menjadi payung hukum yang lebih kuat untuk melindungi masyarakat dari gangguan sosial dan perilaku menyimpang yang semakin kompleks di era digital.

Artikel Terbaru
Kamis, 20 Agu 2026 22:08 WIB | Politik & Pemerintahan

Emil Dardak Siapkan Strategi Baru Jika Kembali Pimpin Demokrat Jatim

Lingkaran.net - Kontestasi perebutan kursi Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026-2031 memasuki babak baru. Emil Elestianto Dardak secara resmi ...
Kamis, 20 Agu 2026 13:50 WIB | Ekbis

Wisnu Wardhana Resmi Daftar Ketua Demokrat Jatim, Emil Dardak Kapan?

Lingkaran.net - Peta pertarungan perebutan kursi Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026-2031 mulai berubah. Wisnu Wardhana resmi menyerahkan ...
Rabu, 19 Agu 2026 14:37 WIB | Ekbis

H-1 Pendaftaran Ditutup, Panitia Klaim Emil Dardak Sudah Pegang Formulir Musda Demokrat Jatim

Lingkaran.net - Kontestasi perebutan kursi Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII mulai memasuki fase krusial. Memasuki H-1 ...