x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Pansus LKPj DPRD jatim Mulai Kuliti Kinerja Pemprov 2025, Data Anggaran di 2 OPD Bolong

Avatar Alkalifi Abiyu

Umum

Lingkaran.net - Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Jawa Timur DPRD Jatim langsung tancap gas mengawali evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2025. 

Dalam rapat kerja perdana bersama organisasi perangkat daerah (OPD), Pansus menemukan sejumlah data yang belum disajikan secara lengkap, terutama terkait realisasi anggaran.

Rapat kerja yang digelar di Bakorwil Malang, Selasa (7/4/2026), menghadirkan lima OPD, yakni Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA), DPPRK Cipta Karya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), serta Dinas Perhubungan (Dishub).

Ketua Pansus LKPj Gubernur, Khusnul Arif, mengungkapkan dari lima OPD yang dipanggil, dua di antaranya belum menyajikan data secara utuh sesuai kebutuhan Pansus.

“Beberapa OPD belum melengkapi data, khususnya terkait lampiran realisasi anggaran. DPU SDA dan DPPRK Cipta Karya misalnya, masih perlu melengkapi dokumen tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi Lingkaran.net, Rabu (8/4/2026).

Selain itu, Pansus juga meminta Disnakertrans melengkapi data terkait Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), serta DLH untuk menyajikan posisi Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), baik di tingkat nasional maupun kabupaten/kota di Jawa Timur.

Khusnul menegaskan, OPD yang belum memenuhi kebutuhan data diminta segera melakukan perbaikan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pemanggilan ulang untuk pendalaman lebih lanjut.

“Kalau data yang kami terima belum cukup, tentu akan kami undang kembali untuk pembahasan lanjutan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, rapat kerja bersama OPD ini menjadi tahap awal setelah sebelumnya Pansus melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri, khususnya Direktorat Jenderal Keuangan Daerah, terkait sejumlah kebijakan daerah termasuk mekanisme APBD mendahului.

Dalam pembahasan, Pansus memfokuskan pada tiga aspek utama, yakni capaian program dan kegiatan beserta anggarannya, permasalahan dan upaya penyelesaian, serta tindak lanjut atas rekomendasi DPRD pada LKPj sebelumnya.

“Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Daerah (IKD) tahun 2025 akan menjadi perhatian utama kami. Kami ingin melihat sejauh mana program dan anggaran benar-benar berdampak pada prioritas pembangunan daerah,” jelasnya.

Khusnul juga menekankan pentingnya evaluasi yang tidak hanya menonjolkan keberhasilan, tetapi juga mengungkap kelemahan program sebagai bahan perbaikan ke depan.

“LKPj jangan hanya berisi narasi keberhasilan. Dalam prinsip akuntabilitas publik, laporan juga harus memuat evaluasi kritis terhadap program yang belum mencapai target,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan yang akuntabel tidak cukup hanya ditunjukkan melalui laporan administratif, tetapi harus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat.

“Pembangunan yang baik bukan hanya di atas kertas, tetapi harus memberi dampak langsung bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.

Artikel Terbaru
Rabu, 08 Apr 2026 12:37 WIB | Umum

Amerika dan Iran Menuju Genjatan Senjata, Selat Hormuz Bakal Dibuka?

Peluang genjata senjata antara Amerika Serita dan Iran terbuka lebar, setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan hal tersebut. ...
Rabu, 08 Apr 2026 07:58 WIB | Ekbis

Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini

Lingkaran.net - Harga emas batangan di Pegadaian kembali diperbarui pada Rabu, 8 April 2026. Produk emas dari Galeri24, Antam, dan UBS menunjukkan variasi ...
Rabu, 08 Apr 2026 07:39 WIB | Edukasi

Pemkot Surabaya Larang Siswa SMP Kendarai Motor, Bus Sekolah Jadi Solusi

Siswa SMP di Surabaya dilarang menggunakan kendaraan bermotor, baik ke sekolah maupun di jalan raya. Larangan tersebut dikeluarkan Pemkot Surabaya ...