x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

DPRD Jatim Desak Evaluasi Total Sistem OSS Usai Skandal Pungli ESDM

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Skandal pungutan liar (pungli) perizinan di Dinas ESDM Jawa Timur berbuntut panjang. Kali ini, kritik tajam datang dari Anggota Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Budiono, yang menyoroti celah dalam sistem Online Single Submission (OSS) setelah diduga dimanfaatkan oknum pejabat untuk praktik korupsi. 

Politikus Gerindra ini menilai, kasus yang menyeret Kepala Dinas ESDM Jatim Aris Mukiyono sebagai tersangka menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk mengevaluasi sistem perizinan berbasis digital tersebut. 

Menurutnya, OSS yang dirancang untuk mempercepat dan mempermudah layanan justru bisa disalahgunakan jika tidak disertai pengawasan yang ketat. 

“Ini harus jadi evaluasi serius. Jangan sampai sistem yang tujuannya mempermudah justru dipakai sebagai alat untuk memperlambat proses dan akhirnya dijadikan celah pungli,” tegas Budiono, Sabtu (18/4/2026). 

Ia menyoroti dugaan modus yang digunakan, yakni memperlambat proses perizinan meski dokumen pemohon telah lengkap. Kondisi ini dinilai membuka ruang tekanan kepada pelaku usaha agar memberikan sejumlah uang demi mempercepat proses. 

“Kalau benar ada praktik seperti itu, berarti ada celah dalam sistem maupun dalam pengawasan. Ini yang harus dibenahi, baik dari sisi teknis maupun integritas SDM,” ujarnya. 

Budiono juga mendorong adanya audit menyeluruh terhadap implementasi OSS di Jawa Timur, khususnya di sektor strategis seperti energi dan sumber daya mineral yang berkaitan langsung dengan investasi. 

Menurutnya, kepercayaan publik dan investor bisa terganggu jika sistem perizinan dianggap tidak transparan dan rentan disalahgunakan. 

“Jangan sampai investor kapok masuk ke Jawa Timur hanya karena birokrasi yang tidak sehat. Ini menyangkut iklim investasi kita,” katanya. 

Selain itu, ia meminta pemerintah provinsi untuk memperkuat pengawasan internal serta memastikan tidak ada lagi praktik serupa di instansi lain. 

“Perlu ada penguatan sistem kontrol, transparansi proses, dan sanksi tegas bagi pelanggar. Ini harus jadi momentum bersih-bersih,” pungkasnya.

Artikel Terbaru
Senin, 20 Apr 2026 14:54 WIB | Edukasi

Strategi Atasi Burnout di Tengah Tekanan UTBK 2026

Pelaksanaan UTBK-SNBT selalu menjadi momen penentu setelah berbulan-bulan persiapan. ...
Senin, 20 Apr 2026 13:48 WIB | Politik & Pemerintahan

Fasad Eks Toko Nam Surabaya Dibongkar, Status Cagar Budaya Resmi Dihapus Pemkot

Lingkaran.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan akan segera membongkar fasad eks Toko Nam yang berada di kawasan Jalan Embong Malang. Langkah ini ...
Senin, 20 Apr 2026 10:22 WIB | Olahraga

Jejak Karier Fadly Alberto, Wonderkid Timnas yang Viral Usai Insiden EPA U-20

Nama Fadly Alberto kembali menjadi sorotan publik. ...