x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Bakorwil Rame-rame Minta Tambahan Anggaran, Malang dan Pamekasan Malah Nihil

Avatar Redaksi

Umum

Surabaya, Lingkaran.net Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur mempresentasikan laporan terhadap rancangan Perda APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Jawa Timur, Kamis (14/11/2024).

Salah satu sorotan utama adalah alokasi dan usulan tambahan anggaran dari Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) di berbagai daerah.

Bakorwil I Madiun mendapat alokasi anggaran sebesar Rp16,5 miliar pada 2025. Meski demikian, mereka mengusulkan tambahan Rp2,3 miliar untuk memperkuat program di berbagai bidang, seperti pembangunan ekonomi, sarana prasarana, hingga pemerintahan.

"Anggaran tambahan ini diperlukan untuk mendukung peningkatan kinerja di semua sektor," ujar Jubir Komisi A, Lailatul Qodriyah.

Sementara itu, Bakorwil II Bojonegoro mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp500 juta dari total alokasi Rp14,6 miliar.

Usulan ini diharapkan dapat mendukung program penghubung antar daerah di wilayah GREBANG RATUBANGNEGORO KERTOWILANGAN, mencakup daerah seperti Gresik, Bojonegoro, hingga Lamongan.

"Sinergi antar daerah sangat penting untuk mengoptimalkan pembangunan regional," kata Lailatul.

Berbeda dengan Madiun dan Bojonegoro, Bakorwil III Malang dan Bakorwil IV Pamekasan tidak mengajukan tambahan anggaran. Malang dengan alokasi Rp16,3 miliar akan memprioritaskan program Millennial Job Centre.

Adapun Pamekasan, yang menerima anggaran Rp22,1 miliar, akan fokus pada implementasi Perda No. 16 Tahun 2016, yang bertujuan memperkuat pembangunan di wilayah Madura.

Bakorwil V Jember mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,9 miliar di luar pagu Rp13,5 miliar. Dana ini akan digunakan untuk menunjang program pemerintahan daerah provinsi di Jember.

Komisi A DPRD Jatim berharap anggaran yang diajukan bisa dimanfaatkan maksimal. "Kami menekankan pentingnya serapan anggaran yang optimal, mengingat beberapa Bakorwil mengalami penurunan pagu karena penyerapan 2024 yang rendah," tutup Lailatul.

Dengan alokasi anggaran yang tepat, diharapkan koordinasi dan pembangunan di tingkat wilayah dapat berjalan lebih efektif di tahun 2025. Alkalifi Abiyu

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...
Selasa, 20 Okt 2026 10:50 WIB | Umum

Polri Bongkar Dugaan Keterlibatan Asing dalam Karhutla, 98 Kasus Korporasi Naik Penyidikan

Lingkaran.net - Polri mengusut 98 kasus korporasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, dengan dugaan keterlibatan pihak asing. Kapolri ...