x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Efisiensi Anggaran di Jember, Gus Fawait Pastikan Program Kerakyatan Tetap Jalan

Avatar Redaksi

Umum

Jember, Lingkaran.net Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tengah menghitung efisiensi anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Meski harus melakukan penghematan, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa program kerakyatan tidak akan terpengaruh.

"Tugas pertama kami adalah memastikan pembangunan di Jember tetap berjalan dengan baik, termasuk melakukan penyesuaian efisiensi anggaran sesuai arahan pemerintah pusat," ujar Gus Fawait, Selasa (4/3/2025).

Ia menegaskan, efisiensi ini bukan berarti memangkas program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pemkab Jember akan memangkas belanja seremonial, perjalanan dinas, dan anggaran lain yang dinilai kurang berdampak bagi rakyat.

"Jangan dianggap efisiensi ini menghambat pembangunan dan program untuk masyarakat. Yang kami efisiensikan adalah hal-hal yang tidak menyentuh kepentingan rakyat secara langsung," imbuhnya.

Program Kesehatan Gratis untuk Warga Jember

Salah satu fokus utama Gus Fawait adalah sektor kesehatan. Ia tengah menyusun skema layanan kesehatan gratis bagi warga Jember, bahkan dengan akses berobat di seluruh Indonesia.

"Kita sedang siapkan skema layanan kesehatan gratis. Masyarakat yang memiliki KTP Jember nantinya bisa berobat di seluruh Indonesia. Saat ini masih kita susun dan hitung kebutuhan anggarannya," jelasnya.

Selain kesehatan, program pendidikan dan pembangunan infrastruktur prioritas juga tidak akan mengalami pemangkasan. Gus Fawait bahkan berencana menambah anggaran untuk program-program yang dianggap vital bagi percepatan pembangunan di Jember.

"Kami sedang memilah anggaran yang perlu diefisiensikan, tetapi yang pasti, program prioritas akan tetap kami dahulukan," tegasnya.

Tantangan Ruang Fiskal di APBD 2025

Meskipun memiliki banyak rencana besar, Gus Fawait mengakui bahwa ruang fiskal APBD 2025 masih terbatas karena penyusunannya dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya.

"Untuk saat ini, APBD 2025 ini masih disusun oleh pemerintahan sebelumnya. Jadi, kami hanya memiliki ruang fiskal yang sedikit di P-APBD 2025 nanti," tambahnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Jember Ahmad Halim memastikan bahwa legislatif akan mengawasi agar efisiensi anggaran tidak merugikan masyarakat.

"Kami memastikan dan mengawasi agar program kemasyarakatan tetap ada dan tidak dipangkas. Sesuai aturan dari Kementerian Keuangan, item yang bisa dipangkas sudah jelas," ujar Ahmad Halim. Alkalifi Abiyu

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...