x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Dinas Pendidikan Jatim Beri 3 Solusi Bagi Ratusan Siswa Gagal Masuk SMAN 1 Giri Banyuwangi

Avatar Setiadi

Ekbis

Surabaya, Lingkaran.net Sebanyak 120 calon siswa gagal diterima di SMAN 1 Giri Banyuwangi akibat kesalahan teknis pada sistem pemenuhan kuota Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. 

Menanggapi hal ini, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur turun tangan dan menawarkan tiga solusi alternatif agar para siswa tetap bisa melanjutkan pendidikan.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim teknis ke Banyuwangi dan melakukan koordinasi langsung dengan tim SPMB provinsi.

“Semalam kami sudah turunkan tim untuk menyelesaikan persoalan ini. Karena memang terkendala pada sistem yang trobel dan tentu ini merugikan anak-anak kita,” ujar Aries, Kamis (3/7/2025).

Untuk menjamin hak pendidikan siswa, Dindik Jatim memberikan tiga alternatif solusi. Pertama, melanjutkan ke SMA Negeri Lain. Dimana, siswa dapat memilih sekolah negeri lain yang masih memiliki sisa kuota penerimaan siswa baru.

Kedua, lanjut Aries, mendaftar di Sekolah Swasta Mitra Pemprov Jatim. Siswa bisa mendaftar ke sekolah swasta yang menjadi mitra Pemprov Jatim, dengan pilihan beasiswa penuh atau biaya pendidikan terjangkau.

"Ketiga, menggunakan PIN untuk Mendaftar di Tahap IV SPMB Jalur Prestasi SMK
Siswa diperbolehkan menggunakan kembali PIN pendaftaran untuk mengikuti SPMB Tahap IV melalui jalur Nilai Prestasi Akademik di SMK," bebernya.

“Yang penting, tidak ada siswa yang kehilangan kesempatan sekolah. Semua opsi kami buka demi masa depan mereka,” tegas Aries.

Insiden ini bermula saat para siswa datang ke SMAN 1 Giri Banyuwangi untuk daftar ulang pada Selasa (1/7/2025). Namun, nama mereka tidak tercantum dalam sistem rekap penerimaan.

Rupanya, siswa membawa bukti penerimaan jalur domisili, bukan dari jalur pemenuhan kuota, sehingga dianggap tidak lolos verifikasi oleh sistem sekolah. Akibatnya, pihak sekolah menolak proses daftar ulang dan meminta siswa pulang.

Aries menegaskan bahwa Dindik Jatim akan memastikan seluruh siswa yang terdampak tetap mendapatkan bangku sekolah.

“Kami sangat serius menyikapi hal ini. Ini soal masa depan anak-anak, dan kami tidak ingin ada yang dirugikan akibat kesalahan sistem,” pungkasnya. (*)

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...