x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Fraksi PDIP DPRD Surabaya Desak Pengawasan Ketat Dugaan Beras Oplosan di Pasar Tradisional

Avatar Trisna Eka Aditya

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya menyoroti serius maraknya dugaan peredaran beras oplosan yang beredar di sejumlah pasar tradisional. 

Ketua Fraksi PDIP, Budi Leksono, menegaskan pihaknya akan segera mengambil langkah konkret untuk memastikan kasus ini ditindaklanjuti secara maksimal.

"Ini tugas bersama. Kita akan berkoordinasi dan menyikapi secara serius. Di sini ada peran dari Dinas Ketahanan Pangan, Perumda Pasar Surya, serta Dinas Perekonomian," ujar Budi Leksono, yang akrab disapa Buleks, kepada awak media, Senin (21/7/2025).

Menurutnya, koordinasi lintas instansi sangat penting agar pengawasan di pasar-pasar tradisional berjalan efektif. Ia juga menyoroti kemungkinan adanya jejaring atau sindikat yang terlibat dalam praktik tersebut.

“Kalau memang ada peredaran beras oplosan, berarti pasti ada jejaring, mungkin sindikat, yang menyuplai. Ini yang harus dimonitor dan ditertibkan. Jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum untuk meraup keuntungan secara tidak sah,” katanya.

Sebagai bentuk keseriusan, Fraksi PDIP berencana melakukan inspeksi langsung ke lapangan. Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi dan respon terhadap laporan masyarakat yang mulai resah dengan isu beras oplosan.

Buleks pun mendorong masyarakat agar aktif melapor jika menemukan indikasi adanya beras oplosan di lingkungan tempat tinggalnya.

“Kami minta masyarakat tak ragu untuk menyampaikan laporan, baik melalui LPMK, RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan. Informasi dari warga sangat penting untuk segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Terkait usulan pembentukan posko pengaduan di tingkat kelurahan atau kecamatan, Buleks menyatakan dukungannya dan meminta pemerintah setempat lebih proaktif melakukan pemantauan.

"Kalau ini sudah jadi keresahan warga, maka kelurahan sebagai perpanjangan tangan pemerintah harus aktif melakukan pemantauan. Di sana ada pasar-pasar tradisional, toko-toko kelontong yang juga perlu diawasi," ucapnya.

Ia juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai komunitas masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang fokus pada isu pengawasan dan perlindungan konsumen.

"Banyak komunitas dan LSM yang punya perhatian terhadap hal ini. Kita terbuka untuk berkolaborasi dalam pengawasan. Tujuannya satu, jangan sampai beras oplosan ini beredar secara luas dan merugikan masyarakat," pungkasnya.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...