Lingkaran.net - Seniman Surabaya, Syarif Waja Bae menegaskan pentingnya peran Dewan Kesenian Surabaya (DKS) untuk tidak hanya fokus pada karya seni, tetapi juga ikut berkontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perekonomian kota.
Menurut pria yang kini menjabat sebagai Fungsionaris Departemen Film Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) tersebut, kegiatan seni bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Surabaya.
Baca juga: Johan Silas Berpulang, Pemikiran Sang Maestro Tata Kota Tetap Hidup di Surabaya
“Seniman seharusnya tidak hanya mencipta karya, tetapi juga bisa menyumbang PAD lewat kegiatan yang mendatangkan massa. Semangatnya adalah berjalan beriringan dengan pemerintah,” jelasnya.
Alumni Teater Lingkar kampus Stikosa AWS ini berharap DKS mampu menjadi motor ide bagi Pemkot Surabaya dalam mewujudkan Surabaya sebagai etalase Jawa Timur. Ia menyebut, Surabaya memiliki potensi besar untuk menjadi pusat informasi seni dan budaya Jawa Timur.
“Balai Pemuda berada di jantung kota dengan lahan yang luas. Itu bisa kita manfaatkan untuk pembinaan seni generasi muda dan menggelar pertunjukan berskala internasional. Dengan begitu, wisatawan akan datang dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” ungkapnya.
Baca juga: Surabaya Ngebut Wujudkan Kota Digital, 99,68 Persen Warga Sudah Rekam e-KTP
Syarif menekankan pentingnya kekompakan para seniman Surabaya agar bisa bersinergi dengan Pemkot demi kemajuan bersama.
“Akan lebih indah jika kita bahu membahu, saling mendukung demi perkembangan seni dan budaya di Surabaya dan Jawa Timur,” katanya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Sterilisasi 100 Kucing Gratis untuk Kendalikan Populasi Liar
Terkait kekosongan kepemimpinan di DKS, Syarif berharap ke depan bisa terpilih sosok yang mampu mengayomi seniman sekaligus bersinergi dengan pemerintah.
“Sebagai insan seni, kita harus menciptakan iklim berkesenian yang sejuk dan membangun, demi masa depan kesenian dan kebudayaan di Surabaya,” pungkasnya.
Editor : Setiadi