16.026 Pejabat Telat Lapor Harta ke KPK, Ada Apa?

Reporter : Alkalifi Abiyu
Jubir KPK Budi Prasetyo

Lingkaran.net - Sebanyak 16.026 pejabat di Indonesia tercatat terlambat menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2026.  

Di sisi lain, sebanyak 415.907 pejabat telah memenuhi kewajiban tersebut tepat waktu. 

Baca juga: KPK Tangkap 5 ASN BPK Terkait Dugaan Suap Audit

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa kewajiban pelaporan tetap berlaku meskipun melewati batas waktu. Pihaknya mengimbau para pejabat yang belum melapor agar segera menyampaikan LHKPN. 

“Bagi para wajib lapor atau penyelenggara negara yang belum memenuhi tepat waktu, KPK tentu nanti akan mengimbau untuk tetap menyerahkan LHKPN,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026). 

Menurutnya, LHKPN merupakan instrumen penting dalam upaya pencegahan korupsi. Melalui laporan tersebut, publik dapat memantau perkembangan harta kekayaan pejabat secara transparan dan wajar dari tahun ke tahun. 

Baca juga: Profil Edison, Bupati Muara Enim yang Terjaring OTT KPK

KPK juga membuka ruang bantuan bagi para pejabat yang mengalami kendala dalam proses pelaporan. Pendampingan dapat dilakukan secara daring maupun dengan datang langsung ke Gedung Merah Putih KPK. 

“KPK tentu akan membuka diri untuk membantu para penyelenggara wajib lapor agar dapat memenuhi pelaporan aset dan harta kekayaannya melalui LHKPN,” tambahnya. 

Baca juga: KPK OTT Bupati Muara Enim, 10 Orang Diamankan di Jakarta dan Sumsel

Meski diserahkan terlambat, KPK memastikan setiap laporan tetap akan diverifikasi secara menyeluruh. Setelah dinyatakan sesuai, data LHKPN akan dipublikasikan dan dapat diakses oleh masyarakat luas. 

“Di situlah fungsi transparansi dan akuntabilitas atas setiap kepemilikan aset ataupun harta kekayaan seorang penyelenggara negara,” pungkas Budi.

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru