Lingkaran.net - Sebanyak enam daerah di Jawa Timur menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan akibat dampak musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih panjang dan kering dibanding tahun sebelumnya.
Meski demikian, baru satu daerah yang mengajukan bantuan distribusi air bersih kepada BPBD Jawa Timur, yakni Kabupaten Bondowoso.
Baca juga: 81 Tahun Indonesia Merdeka, 3,71 Juta Warga Jatim Masih Miskin, bunda Renny Blak-blakan
Kepala BPBD Jawa Timur, Gatot Subroto, mengatakan enam daerah yang telah menetapkan status siaga darurat meliputi Bondowoso, Banyuwangi, Bangkalan, Lamongan, Lumajang, dan Blitar.
“Dari enam daerah tersebut, penanganan darurat berupa distribusi air bersih sudah dilakukan di Kabupaten Bondowoso,” ujar Gatot, Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, musim kemarau di Jawa Timur tahun ini mulai berlangsung sejak April dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Kondisi cuaca diprediksi lebih kering sehingga berpotensi memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Baca juga: BPBD Jatim Kirim Tim Reaksi Cepat ke NTT, Bawa Peralatan Komunikasi untuk Bantu Penanganan Gempa
BPBD Jatim pun mulai menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso. Distribusi dilakukan untuk warga di Dusun Banteng Lor, Dusun Sumber Waru, dan Dusun Banteng Duk Beto.
Total sebanyak 140 kepala keluarga terdampak kekeringan di tiga dusun tersebut dengan kebutuhan air bersih mencapai 10 ribu liter.
“Droping air bersih dilakukan sebanyak 10.000 liter untuk memenuhi kebutuhan 140 kepala keluarga,” kata Gatot.
Baca juga: Darurat Kekeringan Jatim Meluas, Kini 22 Daerah Tetapkan Status Kedaruratan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui BPBD terus memantau perkembangan situasi kekeringan di daerah-daerah yang telah menetapkan status siaga darurat. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota juga diperkuat guna mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan selama musim kemarau berlangsung.
BPBD Jatim meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat langkah penanganan apabila jumlah wilayah terdampak terus bertambah dalam beberapa bulan ke depan.
Editor : Setiadi