Dibangun Sunan Ampel, Begini Cerita Sejarah Masjid Tertua di Surabaya

Reporter : Redaksi

Surabaya, Lingkaran.net— Di kampung wisata heritage, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, terdapat bangunan bersejarah.

Baca juga: Johan Silas Berpulang, Pemikiran Sang Maestro Tata Kota Tetap Hidup di Surabaya

Bangunan yang usianya lebih dari 600 tahun itu adalah Masjid Jami Peneleh.

Konon, tempat ibadah umat islam ini merupakan masjid paling tua yang dibangun di Surabaya.

Menurut Ketua Takmir Masjid Jami Peneleh, Muhammad Sofyan, Masjid Peneleh dibangun oleh Raden Rahmat atau dikenal dengan Sunan Ampel sekitar tahun 1421.

“Di antara salah satu peninggalan Sunan Ampel, konon sudah ada sebelum Masjid Ampel,” terang Sofyan saat ditemui, Rabu (5/3/2025).

Menurutnya, di Masjid Peneleh itu lah, Sunan Ampel mulai menyebarkan ajaran Islam secara luas dengan pendekatan kultural masyarakat sekitar.

Memang, tidak ada bukti sejarah yang menerangkan tahun pembangunan masjid itu. Tetapi, terdapat bukti pendukung yang dapat menjadi acuan tahun pembangunan masjid.

“Sekitar abad ke-13 sudah ada komunitas muslim. Buktinya ada makam yang menganut agama Islam,” lanjutnya.

Sebetulnya, Masjid Peneleh bukan tempat ibadah pertama yang dibangun oleh wali yang menyebarkan ajaran Islam di wilayah Surabaya tersebut.

Baca juga: Surabaya Ngebut Wujudkan Kota Digital, 99,68 Persen Warga Sudah Rekam e-KTP

Ketua takmir masjid yang terletak di Jalan Peneleh V itu menyebut, Sunan Ampel sebelumnya pernah membangun musala kecil di Kembang Kuning, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan.

Namun, bangunan masjid pertama yang didirikan Sunan Ampel yaitu Masjid Jami Peneleh. Setelah itu, disusul Masjid Ampel.

Konstruksi Bangunan

Bangunan utama masjid tetap dipertahankan hingga sekarang. Keasliannya interior bangunan juga masih terjaga.

Terutama 10 tiang penyangga bangunan masjid yang tetap dipertahankan hingga sekarang. Tiang dari kayu jati itu masih kokoh meski usianya lebih dari setengah abad.

Baca juga: Pemkot Surabaya Sterilisasi 100 Kucing Gratis untuk Kendalikan Populasi Liar

Di sebelah ruangan utama masjid, pihak pengelola menambah bangunan baru. Yaitu serambi di samping masjid.

Serambi itu diperuntukkan untuk tempat wudhu dan pusat pengajaran Al-Quran.

“Serambi di samping masjid adalah bangunan baru. Dibangun sekitar 1980-an,” pungkasnya.(Rifqi Mubarok)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru