x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Surat Pemdes di Malang Viral, Bayi dan Lansia Diminta Mengungsi Saat Karnaval Sound Horeg

Avatar Alkalifi Abiyu

Umum

Lingkaran.net - Pemerintah Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, mengeluarkan surat edaran menjelang pelaksanaan Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet Vol. 5 yang dijadwalkan digelar pada Kamis (25/7/2025).  

Edaran tersebut khususnya ditujukan kepada warga yang memiliki bayi, anak kecil, lansia, atau anggota keluarga yang sedang sakit, agar mengungsi sementara guna menghindari dampak suara keras dari sound horeg yang akan digunakan dalam acara. 

Surat edaran itu menjelaskan bahwa suara yang ditimbulkan dari sound system karnaval cukup keras dan berpotensi mengganggu kenyamanan maupun kesehatan warga rentan.  

“Agar dapat menjaga jarak atau mengamankan sementara dari lokasi kegiatan demi kenyamanan bersama dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” demikian bunyi edaran tersebut. 

Sekretaris Desa Donowarih, Ary Widya Hartono, membenarkan adanya surat tersebut dan menegaskan bahwa acara karnaval merupakan agenda rutin dua tahunan dalam rangka tradisi bersih desa. Dalam karnaval tahun ini, akan ada 11 unit sound horeg yang meramaikan jalannya acara. 

“Kegiatan ini murni swadaya masyarakat, tidak ada dana dari pemerintah desa. Koordinasi juga sudah dilakukan dengan Polres Malang,” ujar Ary, Kamis (24/7/2025). 

Ary juga memastikan bahwa surat edaran tersebut tidak muncul karena adanya konflik atau keluhan warga, melainkan sebagai langkah preventif demi keamanan dan kenyamanan bersama.  

"Surat edaran ini adalah bentuk antisipasi dari desa, bukan karena penolakan warga. Justru masyarakat mendukung penuh kegiatan ini," jelasnya. 

Ia juga menambahkan bahwa partisipasi warga bersifat sukarela. “Di RT 28, ada kontingen yang memakai mobil hias tanpa sound horeg. Ini membuktikan tidak ada paksaan dari panitia,” katanya. 

Beberapa warga yang tinggal di tepi jalan lokasi utama jalur karnaval diketahui telah mengungsi ke rumah saudara atau tetangga yang lokasinya lebih aman dari bising.  

“Dari warga yang riskan, sudah mengungsi secara sukarela demi kelancaran acara,” pungkas Ary. 

Kegiatan karnaval dengan sound horeg belakangan memang menuai pro dan kontra di berbagai daerah, namun di Desa Donowarih, kegiatan ini tetap dijalankan dengan pendekatan yang mengedepankan koordinasi dan mitigasi demi menghindari potensi gangguan sosial maupun kesehatan.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...