x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

TransJatim Ternyata Bisa Hasilkan Rp23 Miliar Setahun, DPRD Jatim: Saatnya Dikelola BUMD!

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Gagasan agar layanan Bus TransJatim dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kembali mencuat dari kalangan DPRD Provinsi Jawa Timur.  

Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan transportasi publik sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi daerah tanpa mengurangi aspek pelayanan publik. 

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Khusnul Arif menegaskan keberadaan TransJatim merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.  

“Kalau bicara untuk kebutuhan masyarakat, memang harus total dan tidak berbatas waktu. Apa pun yang kita lakukan ini wajib dan memang sudah seharusnya demi kepentingan masyarakat,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri rapat Paripurna DPRD Jatim, Senin (27/10/2025). 

Terkait keberlanjutan subsidi TransJatim, pria yang akrab disapa Mas Pipin ini menilai kebijakan tersebut tetap harus dijalankan selama memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.  

Namun, lanjut dia, efisiensi anggaran juga perlu diperhatikan agar tidak membebani APBD Jawa Timur. 

“Sampai kapan subsidi TransJatim diberikan? Sampai ada hal yang mengharuskan pengurangan. Tapi saya berharap subsidi ini berimbang, tidak mencederai APBD, tapi tetap melegakan bagi masyarakat,” tegas politisi Partai NasDem ini. 

Mas Pipin mendorong agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai melakukan kajian serius terkait pengelolaan TransJatim melalui BUMD atau kerja sama dengan pihak ketiga. Hal ini dinilai dapat meningkatkan profesionalisme, efisiensi, dan potensi pendapatan daerah. 

“Sekarang ini, UPT di bawah Dinas Perhubungan tentu punya keterbatasan, karena Dishub tidak bicara bisnis to bisnis. Kalau dikelola BUMD, pendekatannya bisa lebih profesional dengan nilai bisnis yang jelas,” ujarnya. 

Ia juga memberikan apresiasi terhadap Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono, yang dinilai telah menghadirkan berbagai inovasi dalam pengembangan TransJatim. Namun, optimalisasi potensi ekonomi dari layanan transportasi ini perlu dikembangkan lebih jauh. 

Potensi Besar TransJatim untuk Iklan dan Promosi 

Menurutnya, TransJatim memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai media promosi dan reklame. Saat ini, pendapatan TransJatim tercatat mencapai sekitar Rp23 miliar per tahun. Dengan pengelolaan profesional, nilai tersebut bisa meningkat signifikan. 

“TransJatim punya 137 armada reguler dan 13 armada luxury, total ada 150 bus. Setiap armada punya space iklan yang bisa dijual ke pihak swasta. Ini potensi besar kalau dikelola secara profesional oleh BUMD,” ujarnya. 

BUMD Bisa Optimalkan Aset dan Tambah PAD Jatim 

DPRD Jatim menegaskan bahwa tujuan pembentukan BUMD bukan untuk mengomersialisasi layanan publik, melainkan mengoptimalkan aset daerah agar menghasilkan nilai tambah tanpa mengganggu misi pelayanan masyarakat. 

“Dasar layanan transportasi tetap non-profit, tapi optimalisasi aset menjadi pendapatan itu sebuah keharusan. Kalau dikelola BUMD, TransJatim bisa sekaligus menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jatim,” tandasnya.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...
Selasa, 20 Okt 2026 10:50 WIB | Umum

Polri Bongkar Dugaan Keterlibatan Asing dalam Karhutla, 98 Kasus Korporasi Naik Penyidikan

Lingkaran.net - Polri mengusut 98 kasus korporasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, dengan dugaan keterlibatan pihak asing. Kapolri ...