x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Viral Patahan Aktif Melintasi Surabaya, Pakar Geologi ITS Buka Faktanya

Avatar Alkalifi Abiyu

Hype

Lingkaran.net - Informasi mengenai keberadaan patahan aktif di Surabaya yang viral di media sosial mendapat perhatian pakar geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Masyarakat diimbau tidak panik dan tidak langsung mempercayai informasi yang belum melalui verifikasi ilmiah.

Pakar geologi sekaligus dosen luar biasa Departemen Teknik Geofisika ITS, Dr Ir Amien Widodo MSi, mengatakan keberadaan patahan di wilayah Surabaya memang telah menjadi objek penelitian.

Namun, keberadaan patahan tidak otomatis menunjukkan bahwa patahan tersebut berstatus aktif.

Isu tersebut mencuat setelah sebuah akun Instagram mengunggah video yang menyebut terdapat patahan aktif yang melintasi Surabaya.

Video yang diunggah sekitar tujuh hari lalu itu telah ditonton 476 ribu kali, mendapat 15,1 ribu tanda suka dan lebih dari 1.000 komentar.

Menanggapi informasi tersebut, Amien menjelaskan ITS bersama Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI sebelumnya telah melakukan penelitian mengenai peta patahan di Jawa Timur.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan pada 2024.

“Hasil penelitian tersebut menunjukkan terdapat dua patahan yaitu patahan Surabaya dan patahan Waru,” ungkap Amien.

Menurut dia, kedua patahan tersebut memiliki potensi aktif dan pernah mengalami pergerakan. Temuan itu juga sejalan dengan peta patahan di Indonesia yang disusun Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) pada 2024.

Namun, Amien menegaskan patahan yang melintasi wilayah Surabaya, Sidoarjo hingga Bangkalan belum dapat langsung disebut sebagai patahan aktif karena status tersebut masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut.

“Patahan yang melewati Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan memang ada, tetapi belum terverifikasi aktif,” paparnya.

Amien menjelaskan, untuk menentukan sebuah patahan sebagai patahan aktif diperlukan penelitian lebih lanjut berdasarkan bukti dan kajian ilmiah.

“Kita harus memahami bahwa ada patahan yang aktif dan tidak aktif. Untuk menyebutnya sebagai patahan aktif, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut,” terangnya.

Karena itu, masyarakat diminta lebih kritis menyikapi informasi kebencanaan yang beredar di media sosial. Informasi yang belum terverifikasi secara ilmiah tidak seharusnya menjadi dasar untuk menimbulkan kepanikan.

Meski demikian, Amien menilai pemerintah daerah tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa.

Pemerintah Kota Surabaya, misalnya, dapat menyiapkan alat untuk mendeteksi pergerakan atau pergeseran tanah sebagai bagian dari sistem pemantauan dan mitigasi.

Penyusunan peta kawasan rawan gempa juga dinilai penting sebagai dasar kebijakan pembangunan. Dengan pemetaan tersebut, pemerintah dapat memastikan bangunan yang berada di kawasan berisiko memenuhi standar bangunan tahan gempa.

Menurut Amien, langkah mitigasi penting dilakukan agar informasi mengenai patahan tidak hanya memunculkan kekhawatiran, tetapi justru mendorong kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah menghadapi potensi risiko bencana.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan, termasuk membangun kawasan perkotaan yang lebih tangguh menghadapi berbagai risiko bencana.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...