x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Rupiah Kembali Tertekan di Awal Pekan Ini, Nyaris Sentuh Rp17.000

Avatar Redaksi

Ekbis

Lingkaran.net - Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini. 

Berdasarkan data Kurs Transaksi Bank Indonesia (BI), Senin (19/1/2026), rupiah tercatat bergerak di level Rp16.900-an per dolar AS, mencerminkan kuatnya mata uang Negeri Paman Sam di tengah sentimen global yang belum sepenuhnya kondusif.

BI mencatat kurs beli dolar AS sebesar Rp16.795,60 dan kurs jual Rp16.964,40 per USD. Posisi tersebut menunjukkan rupiah masih relatif lemah, seiring dengan preferensi investor global terhadap aset aman dan berlanjutnya tekanan eksternal terhadap mata uang negara berkembang.

Tekanan terhadap rupiah tidak hanya datang dari dolar AS. Data BI juga menunjukkan nilai tukar rupiah melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. 

Euro tercatat berada pada level Rp19.529,92 (beli) dan Rp19.727,90 (jual) per EUR. Sementara itu, Poundsterling Inggris (GBP) diperdagangkan pada kisaran Rp22.559,85 sampai Rp22.793,37 per GBP.

Adapun terhadap mata uang kawasan, rupiah tercatat berada di level Rp13.031,97 (beli) dan Rp13.168,05 (jual) per dolar Singapura (SGD). Sementara yen Jepang (JPY) berada di posisi Rp10.590,58-Rp10.697,69 untuk setiap 100 yen.

Penguatan mayoritas mata uang global terhadap rupiah mencerminkan masih kuatnya tekanan eksternal, terutama dari arah kebijakan moneter negara maju dan dinamika geopolitik global. 

Dolar AS, sebagai aset safe haven, tetap menjadi pilihan investor di tengah ketidakpastian, sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Di sisi domestik, Bank Indonesia terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik guna menjaga stabilitas nilai tukar. BI sebelumnya menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas rupiah melalui bauran kebijakan moneter, termasuk intervensi di pasar valuta asing dan pengelolaan likuiditas.

Pergerakan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh dinamika global, khususnya arah suku bunga AS dan aliran modal asing. Meski demikian, fundamental ekonomi domestik diharapkan dapat menjadi penopang agar volatilitas rupiah tetap terkendali.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...