x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Sayangkan Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo

Avatar Trisna Eka Aditya

Umum

Lingkaran.net – Ketua Komisi A DPRD Surabaya dari Fraksi Gerindra, Yona Bagus Widyatmoko turut menyayangkan hilangnya rumah radio Bung Tomo yang kembali mencuat setelah Presiden RI Prabowo Subianto mempertanyakan keberadaannya dalam Rakernas. Pihaknya, langsung bergerak menelusuri informasi karena bangunan tersebut memiliki nilai sejarah penting bagi perjuangan bangsa dan Kota Surabaya. 

“Kami dari Komisi A langsung menindaklanjuti pertanyaan Bapak Presiden terkait rumah radio Bung Tomo. Informasi yang kami dapat, sejak 2016 rumah radio itu tidak berada dalam penguasaan Pemkot, melainkan pihak lain, hingga akhirnya hilang atau dimusnahkan, dan ini sangat kami sayangkan,” kata Cak Yebe sapaan lekatnya, Jumat (6/2/2026). 

Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya ini  mengungkap, rumah radio Bung Tomo di Jalan Mawar memiliki peran krusial dalam sejarah perlawanan arek-arek Surabaya. Dari lokasi itulah orasi Bung Tomo yang membakar semangat rakyat disiarkan hingga memicu perlawanan bersenjata.

“Setiap tahun kita memperingati Hari Pahlawan dengan berbagai kegiatan, tapi ternyata titik sejarah orasi Bung Tomo yang menjadi pemicu perjuangan itu sekarang sudah tidak ada,” ujar Cak Yebe. 

Menurut dia, negara seharusnya hadir melindungi situs sejarah, meskipun status lahannya berada dalam penguasaan pihak lain. Idealnya, kata dia, Pemerintah daerah harus berupaya kuat agar lokasi tersebut berada dalam kendali negara.

“Sekalipun bangunannya sudah tidak ada, lokusnya masih ada. Tanah ini harus dilindungi dan diupayakan agar menjadi penguasaan negara,” sesal Cak Yebe.

Dia menambahkan, Komisi A juga berkoordinasi dengan Komisi terkait untuk mendalami persoalan tersebut. Sejumlah pihak yang terlibat pada pembahasan tahun 2016 juga akan dihubungi kembali.

“Kami akan telusuri bagaimana kronologinya, bagaimana rumah radio Bung Tomo ini bisa sampai hilang, karena ini bagian dari sejarah bangsa Indonesia,” katanya.

Cak Yebe membandingkan keberadaan rumah radio Bung Tomo dengan situs sejarah lain di Surabaya yang tetap terjaga. Menurutnya, perlakuan yang sama seharusnya berlaku.

“Kita punya rumah HOS Tjokroaminoto dan rumah Soekarno kecil di Peneleh. Seharusnya rumah radio Bung Tomo juga tidak boleh hilang,” tegasnya.

Terkait dugaan keteledoran, Komisi A masih melakukan pendalaman. Hasil penelusuran akan dikomunikasikan dengan Pemkot Surabaya.

“Kalau nanti ditemukan unsur keteledoran, tentu akan kami diskusikan dengan pemerintah kota. Ini juga menjadi atensi kami karena menyangkut perintah dan perhatian langsung dari Presiden,” pungkas dia.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...