x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Lebaran Dikepung Banjir, 34 Desa di Lamongan Terendam Sejak 4 Bulan Terakhir

Avatar Alkalifi Abiyu

Umum

Lingkaran.net - Momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah diwarnai duka bagi ribuan warga di Lamongan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat sebanyak 34 desa di enam kecamatan terendam banjir hingga Sabtu (21/3/2026) kemarin. 

Enam kecamatan terdampak meliputi Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket, Glagah, dan Karanggeneng. Genangan air dilaporkan mencapai ketinggian hingga 35 sentimeter, merendam permukiman warga dan berbagai fasilitas umum. 

Kabid Darlog BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, mengungkapkan total dampak banjir cukup signifikan. Sebanyak 1.447 unit rumah warga terdampak, bersama 12 tempat ibadah, 48 sekolah, dua kantor desa, dua fasilitas kesehatan, serta sekitar 20 hektare lahan pertanian. 

“Yang terdampak cukup luas, mulai dari permukiman hingga fasilitas publik dan lahan produktif warga,” ujarnya. 

Satriyo menjelaskan, banjir di Lamongan bukan kejadian baru. Genangan telah terjadi sejak 16 Desember 2025 akibat tingginya curah hujan yang diperparah oleh kiriman air dari Waduk Gondang. 

Kondisi ini memicu peningkatan debit air di Sungai Bengawan Jero hingga meluap ke permukiman.
Akibat situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi melalui keputusan Bupati Lamongan Nomor 100.3.3.2/123/KPTS/413.013/2026. 

Upaya penanganan terus dilakukan. BPBD Jawa Timur bersama BPBD Lamongan melakukan pemantauan intensif melalui sistem peringatan dini (EWS) banjir serta alat ukur ketinggian air di kawasan Sungai Bengawan Jero. 

Selain itu, total 15 unit pompa air masih dioperasikan untuk mengurangi debit genangan, masing-masing 13 unit di wilayah Kuro dan dua unit di Melik. Hingga saat ini, pompa tersebut telah menyedot air dengan volume mencapai 378.180 meter kubik. 

“Pompa air terus dioperasikan untuk mempercepat surutnya banjir,” kata Satriyo. 

Meski demikian, banjir yang telah berlangsung selama empat bulan ini masih menjadi ancaman serius bagi warga, terutama di tengah momentum Lebaran yang seharusnya menjadi waktu berkumpul bersama keluarga.  

Pemerintah pun diminta memperkuat langkah antisipasi jangka panjang guna mencegah bencana serupa terus berulang setiap musim hujan.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...