x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Proyek Gedung Instalasi Dinkes Jatim Rp22,9 Miliar Nyelonong di Tengah Efisiensi Anggaran

Avatar Alkalifi Abiyu

Umum

Lingkaran.net - Di saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur gencar menggaungkan efisiensi anggaran dan penghematan lewat kebijakan WFH, muncul proyek pembangunan gedung instalasi farmasi Dinkes Jatim senilai Rp22,9 miliar.  

Berdasarkan penelusuran pada sistem informasi Rencana Umum Pengadaan (RUP), proyek tersebut tercatat dengan Kode RUP 66091383, berupa belanja modal bangunan kesehatan untuk konstruksi fisik tahap II Gedung Instalasi Farmasi Dinkes Jatim tahun anggaran 2026. 

Nilai pagu yang tidak kecil ini menimbulkan pertanyaan publik terkait konsistensi arah kebijakan Pemprov Jatim yang saat ini tengah menggaungkan efisiensi, termasuk pengurangan mobilitas ASN demi penghematan energi dan anggaran. 

Secara teknis, proyek ini mencakup pembangunan gedung tiga lantai dengan spesifikasi cukup kompleks. Lantai pertama difungsikan sebagai area utama logistik, meliputi ruang penerimaan barang, cold room bersuhu 2–8 derajat Celsius, freezer room, hingga area loading bongkar muat yang disesuaikan dengan kendaraan distribusi.  

Selain itu, tersedia lift barang, ruang administrasi, hingga fasilitas pendukung seperti genset dan toilet ramah difabel. 

Lantai kedua dirancang sebagai area penyimpanan khusus, termasuk untuk narkotik, psikotropik, dan prekursor dengan sistem keamanan berlapis.  

Sementara lantai ketiga diperuntukkan bagi penyimpanan alat kesehatan, bahan medis habis pakai (BMHP), serta obat kadaluarsa. 

Proyek yang bersumber dari APBD 2026 ini diumumkan pada 2 Maret 2026, dengan jadwal tender berlangsung pada Maret hingga Mei 2026. 

Di satu sisi, pembangunan fasilitas farmasi modern dapat dipahami sebagai upaya memperkuat sistem distribusi dan penyimpanan obat yang lebih terstandar, terutama dalam menjaga kualitas dan keamanan logistik kesehatan. Namun di sisi lain, timing proyek ini menjadi krusial untuk dipertanyakan. 

Saat dikonfirmasi Kepala Dinkes Jatim Erwin Astha Triyono pada Sabtu (28/3/2026), tidak memberikan respons. Panggilan telepon ke nomor selulernya tidak diangkat. 

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak Dinkes Jatim terkait urgensi pembangunan tahap II gedung instalasi farmasi tersebut di tengah kebijakan efisiensi yang sedang berjalan. 

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...
Selasa, 20 Okt 2026 10:50 WIB | Umum

Polri Bongkar Dugaan Keterlibatan Asing dalam Karhutla, 98 Kasus Korporasi Naik Penyidikan

Lingkaran.net - Polri mengusut 98 kasus korporasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, dengan dugaan keterlibatan pihak asing. Kapolri ...