x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

BMKG Keluarkan Peringatan Dini 29-30 Maret 2026, Jatim Masuk Status Siaga

Avatar Redaksi

Umum

Lingkaran.net - Cuaca ekstrem kembali mengancam hampir seluruh wilayah Indonesia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan lebat yang diperkirakan terjadi pada 29 hingga 30 Maret 2026, dengan sejumlah provinsi naik ke status siaga. 

Dalam pemetaan terbaru, BMKG membagi potensi hujan ke dalam tiga kategori, yakni waspada, siaga, dan awas. Mayoritas wilayah Indonesia berada pada level waspada, namun sejumlah daerah di Pulau Jawa justru mengalami peningkatan ke level siaga, indikasi kuat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang berisiko memicu banjir dan tanah longsor. 

Pada Minggu (29/3/2026), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi meluas di berbagai wilayah. Sejumlah provinsi di Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, hingga Lampung berada pada kategori waspada. 

Sementara di Pulau Jawa, wilayah seperti DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga masuk kategori waspada. Kondisi serupa terjadi di Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. 

Namun perhatian utama tertuju pada daerah dengan status siaga, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Status ini menunjukkan potensi hujan lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi dalam waktu singkat. 

BMKG memastikan tidak ada wilayah yang masuk kategori awas pada hari tersebut. Meski demikian, peringatan dini angin kencang terdeteksi di wilayah Nusa Tenggara Timur. 

Memasuki Senin (30/3/2026), pola hujan lebat diperkirakan masih berlanjut dengan cakupan luas. Wilayah Sumatera, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua tetap berada pada kategori waspada. 

Di Pulau Jawa, beberapa wilayah seperti Banten, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta masih berada dalam kondisi waspada. Namun status siaga kembali diberlakukan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Selain itu, Maluku Utara juga masuk kategori siaga, menandakan potensi hujan lebat di kawasan tersebut. 

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah dengan status siaga. Warga diminta menghindari daerah rawan banjir dan longsor, memastikan saluran drainase berfungsi optimal, serta tidak mengabaikan perubahan cuaca yang terjadi secara cepat. 

Pemantauan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG juga menjadi langkah penting untuk mengantisipasi dampak yang mungkin timbul. Dengan kondisi atmosfer yang masih dinamis, potensi hujan lebat diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. 

Kesiapsiagaan menjadi kunci. Sebab, di tengah cuaca yang kian sulit diprediksi, keterlambatan respons bisa berujung pada risiko yang lebih besar.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...