x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Capaian LKPj Gubernur 98,33 Persen, Khofifah Ungkap 67 Indikator Masih Bermasalah

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan capaian kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025 mencapai 98,33 persen. 

Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah usai Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur dengan agenda pemandangan umum fraksi, Kamis (9/4/2026). 

Dari total 4.021 indikator yang ditetapkan, sebanyak 3.954 indikator berhasil terealisasi. Sementara itu, hanya 67 indikator atau sekitar 1,67 persen yang belum tercapai. 

“Dari 4.021 indikator, capaiannya 98,33 persen. Yang tidak tercapai 67 indikator atau 1,67 persen,” ujar Khofifah. 

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kabupaten/kota hingga dukungan pemerintah pusat. 

Meski demikian, Khofifah menegaskan bahwa hasil tersebut belum sepenuhnya sempurna dan masih memerlukan perbaikan di sejumlah sektor. 

Di tengah sorotan DPRD terkait kinerja fiskal, Khofifah memastikan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Timur tetap menunjukkan performa positif dengan realisasi mencapai 104 persen dari target. 

Namun, ia tidak menampik adanya tekanan terhadap potensi pendapatan daerah akibat implementasi Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD) yang mulai berlaku pada 2025. 

Kebijakan tersebut, kata dia, berdampak signifikan terhadap berkurangnya pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor yang mencapai sekitar Rp4,2 triliun di tingkat provinsi. 

Tak hanya itu, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) juga mengalami penurunan porsi dari sebelumnya 3 persen menjadi 1 persen. Secara total, pengurangan potensi pendapatan daerah ditaksir mencapai Rp5,91 triliun. 

“Jadi bukan stagnan. PAD kita tetap 104 persen. Tapi ada regulasi yang harus kita patuhi, terutama terkait UU HKPD,” jelasnya. 

Khofifah juga menanggapi sejumlah pertanyaan fraksi terkait indikator kinerja, termasuk tidak dimasukkannya beberapa indikator seperti Indeks Reformasi Birokrasi ke dalam Indikator Kinerja Utama (IKU). 

Ia menjelaskan bahwa perubahan tersebut merupakan hasil konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di mana sebagian indikator dialihkan menjadi Indikator Kinerja Daerah (IKD). 

“Ini hasil konsultasi dengan Kemendagri. Beberapa indikator memang diturunkan ke IKD,” ujarnya. 

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk terbuka terhadap berbagai masukan DPRD, termasuk terkait rekomendasi yang dinilai belum sepenuhnya ditindaklanjuti. 

Ia mendorong penguatan komunikasi antara eksekutif dan legislatif agar seluruh rekomendasi dapat diidentifikasi dan diimplementasikan secara optimal. 

“Menurut saya, kita komunikasikan. Selama ini komunikasi kita sangat baik. Tinggal kita identifikasi mana rekomendasi yang belum dijalankan,” tegasnya. 

Ke depan, hasil pembahasan LKPj akan menjadi bahan penting dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), hingga Rancangan APBD (RAPBD). 

Khofifah menambahkan, forum evaluasi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman bersama terkait indikator kinerja dan arah kebijakan pembangunan ke depan. 

“Kami sangat menghormati dan berterima kasih atas seluruh masukan. Dari sini kita tahu mana yang perlu disosialisasikan kembali, termasuk terkait perbedaan IKU dan IKD,” pungkasnya.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...
Selasa, 20 Okt 2026 10:50 WIB | Umum

Polri Bongkar Dugaan Keterlibatan Asing dalam Karhutla, 98 Kasus Korporasi Naik Penyidikan

Lingkaran.net - Polri mengusut 98 kasus korporasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, dengan dugaan keterlibatan pihak asing. Kapolri ...