x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Jawa Timur Butuh Kolabarosi untuk Perkuat Sistem Perlindungan Anak

Avatar lingkaran.net

Umum

Lingkaran.net - Upaya memperkuat sistem perlindungan anak di Jawa Timur memasuki fase penting. Tidak lagi sekadar program sektoral, perlindungan anak kini didorong menjadi kerja bersama lintas pemangku kepentingan, dari pemerintah, legislatif, hingga organisasi internasional dan masyarakat sipil.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Pertemuan Multistakeholder dan Pameran Capaian Program Perlindungan Anak di Jawa Timur yang digelar di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). Forum ini menjadi ruang refleksi atas pelaksanaan program 2021–2025 sekaligus merumuskan arah kebijakan ke depan.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AK Jawa Timur, Chandra Noviyanto, menegaskan bahwa penguatan sistem perlindungan anak tidak bisa dilepaskan dari integrasi layanan dan pendekatan berbasis hak anak.

“Perlindungan anak bukan hanya soal penanganan kasus, tetapi bagaimana memastikan setiap anak mendapatkan haknya secara utuh. mulai dari identitas, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan dari kekerasan,” ujarnya.

Menurut Chandra, sejumlah praktik baik telah berkembang di daerah, termasuk penguatan mekanisme rujukan dan keterlibatan Forum Anak dalam proses pembangunan. Namun, tantangan masih muncul, terutama dalam memastikan kualitas layanan yang merata di seluruh wilayah.

Dari sisi kebijakan, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Untari, menekankan pentingnya konsistensi antara regulasi, penganggaran, dan pengawasan.

“Perlindungan anak harus menjadi prioritas dalam kebijakan daerah. Regulasi sudah ada, tetapi implementasinya harus terus dikawal, termasuk melalui penguatan anggaran dan fungsi pengawasan DPRD,” kata Sri Untari.

Ia juga mengingatkan bahwa perlindungan anak tidak boleh terfragmentasi. Diperlukan keberpihakan yang jelas agar setiap kebijakan pembangunan memiliki perspektif kepentingan terbaik bagi anak.

Sementara itu, Kepala UNICEF untuk wilayah Pulau Jawa, Arie Rukmantara, menyoroti munculnya kerentanan baru yang dihadapi anak-anak di tengah perubahan global, termasuk di ruang digital.

“Kita menghadapi tantangan yang semakin kompleks—mulai dari kekerasan berbasis daring hingga dampak krisis multidimensi. Karena itu, pendekatan perlindungan anak harus adaptif, berbasis data, dan melibatkan semua pihak,” ujarnya.

Arie menilai, Jawa Timur memiliki modal kuat dalam hal kolaborasi multipihak. Namun, keberlanjutan program menjadi kunci agar capaian yang sudah diraih tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek.

Dari perspektif perencanaan pembangunan, Ketua Tim Kerja Kesejahteraan Rakyat Bappeda Jawa Timur, Nurareni Widi Astuti, menekankan pentingnya integrasi program lintas sektor.

“Perlindungan anak harus masuk dalam arus utama perencanaan pembangunan. Tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus terhubung dengan sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan lainnya,” ujarnya.

Menurut Nurareni, sinkronisasi program antarperangkat daerah menjadi langkah penting untuk memastikan efektivitas intervensi serta menghindari tumpang tindih kebijakan.

Forum ini juga menegaskan bahwa perlindungan anak bukan semata tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan masyarakat, keluarga, dan anak itu sendiri menjadi bagian penting dalam membangun sistem yang tangguh.

Melalui refleksi bersama ini, para pemangku kepentingan berharap arah kebijakan perlindungan anak di Jawa Timur periode 2026–2030 dapat semakin terarah, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Di tengah berbagai capaian yang telah diraih, satu hal menjadi benang merah: perlindungan anak bukan pekerjaan yang selesai dalam satu periode. Ia adalah komitmen jangka panjang yang menuntut konsistensi, keberanian, dan kolaborasi yang tak putus.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...