x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Terseret Kasus Pungli Tambang, Kadis ESDM Jatim Masih Terima Gaji

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Status tersangka dan penahanan tak serta-merta menghentikan aliran hak kepegawaian. Di Jawa Timur, Kepala Dinas ESDM yang dinonaktifkan justru masih menerima sebagian besar gajinya. 

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur resmi memberhentikan sementara Aris Mukiyono dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim.  

Langkah cepat ini diambil setelah Aris ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) perizinan tambang. 

Kepala BKD Jatim, Indah Wahyuni, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan prosedur administratif yang langsung diberlakukan begitu status hukum ditetapkan. 

“Begitu ditetapkan sebagai tersangka, yang bersangkutan langsung diberhentikan sementara dari jabatannya,” ujar Indah Wahyuni, yang akrab disapa Yuyun, Rabu (6/5/2026). 

Namun di balik langkah tegas tersebut, muncul sisi lain yang memantik perhatian publik. Meski tak lagi menjabat dan tengah menjalani proses hukum, Aris Mukiyono masih menerima hak kepegawaiannya. 

BKD Jatim memastikan, Aris tetap memperoleh sekitar 75 persen dari hak penghasilannya setelah dilakukan penyesuaian bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN), termasuk komponen yang berkaitan dengan masa pensiun. 

“Secara umum memang ada pemotongan, tetapi dalam kasus ini disesuaikan menjadi 75 persen, termasuk hak pensiun yang melekat,” jelas Yuyun. 

Kondisi ini menimbulkan ironi tersendiri di tengah semangat pemberantasan korupsi. Saat proses hukum berjalan dan jabatan telah dilepas sementara, aliran hak finansial tetap berlangsung sesuai koridor regulasi. 

Kebijakan serupa juga diterapkan kepada dua tersangka lain dalam perkara yang sama, meski besarannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.  

Situasi ini sekaligus membuka ruang diskusi tentang celah aturan yang masih memungkinkan tersangka kasus korupsi tetap menerima fasilitas negara. 

Di sisi lain, BKD menegaskan bahwa sanksi paling berat berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) belum bisa dijatuhkan. Pemerintah masih harus menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkrah). 

“Penjatuhan sanksi final harus mengacu pada putusan hukum tetap,” tegasnya. 

Kasus ini bermula dari operasi tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim yang mengamankan Aris Mukiyono di Bandara Juanda, Sidoarjo, pada 16 April 2026. Penangkapan dilakukan tak lama setelah ia ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan praktik pungli perizinan di sektor ESDM. 

Ironisnya, penindakan terjadi di saat Aris tengah berada di fase akhir kariernya. Ia diketahui baru saja mengurus peningkatan jabatan fungsional sebagai Penyelidik Bumi Ahli Utama—posisi prestisius yang telah mengantongi persetujuan dari pemerintah pusat.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...
Selasa, 20 Okt 2026 10:50 WIB | Umum

Polri Bongkar Dugaan Keterlibatan Asing dalam Karhutla, 98 Kasus Korporasi Naik Penyidikan

Lingkaran.net - Polri mengusut 98 kasus korporasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, dengan dugaan keterlibatan pihak asing. Kapolri ...