x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Kasus Hantavirus Muncul di Jatim, Sri Wahyuni Minta Pemda Tingkatkan Kewaspadaan

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, meminta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus setelah Kementerian Kesehatan RI mencatat 23 kasus seoul virus dalam tiga tahun terakhir, termasuk satu kasus ditemukan di Jawa Timur. 

Sri Wahyuni menilai temuan tersebut tidak boleh dianggap sepele meski jumlah kasus di Jatim masih terbatas. Pasalnya, tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) penyakit tersebut mencapai 13 persen. 

“Ini harus menjadi alarm kewaspadaan bersama. Jangan sampai masyarakat lengah terhadap ancaman penyakit yang bersumber dari lingkungan dan hewan pengerat,” ujar Sri Wahyuni, Senin (11/5/2026). 

Politisi Fraksi Demokrat itu mendorong Dinas Kesehatan bersama pemerintah kabupaten/kota memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengendalian tikus, terutama di kawasan permukiman padat, pasar tradisional, hingga saluran air. 

Menurutnya, kelompok pekerja dengan risiko tinggi seperti petugas kebersihan, petani, pekerja konstruksi, hingga pembersih selokan perlu mendapat perhatian khusus melalui sosialisasi dan perlindungan kesehatan kerja. 

“Pencegahan paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan. Karena virus ini berkaitan erat dengan sanitasi dan paparan dari tikus yang terinfeksi,” katanya. 

Politikus Demokrat ini juga meminta fasilitas kesehatan meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini terhadap pasien yang menunjukkan gejala mengarah pada hantavirus, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kontak dengan lingkungan rawan terkontaminasi. 

Ia menegaskan koordinasi lintas sektor harus diperkuat agar potensi penyebaran penyakit dapat ditekan sejak awal. Pemerintah daerah, kata dia, tidak boleh menunggu lonjakan kasus sebelum mengambil langkah antisipasi. 

“Kami mendorong adanya langkah preventif secara masif. Edukasi masyarakat dan pengendalian lingkungan harus diperkuat supaya kasus tidak berkembang,” tegasnya. 

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat 23 kasus hantavirus jenis seoul virus dalam tiga tahun terakhir dengan tiga pasien meninggal dunia.

Pada tahun 2026, ditemukan tambahan lima kasus baru, dengan kasus terbanyak berasal dari DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Kemenkes menyebut penularan hantavirus dapat terjadi melalui gigitan tikus maupun paparan urine, saliva, kotoran, hingga debu yang telah terkontaminasi. Namun hingga kini belum ditemukan penularan antarmanusia di Indonesia.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...
Selasa, 20 Okt 2026 10:50 WIB | Umum

Polri Bongkar Dugaan Keterlibatan Asing dalam Karhutla, 98 Kasus Korporasi Naik Penyidikan

Lingkaran.net - Polri mengusut 98 kasus korporasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, dengan dugaan keterlibatan pihak asing. Kapolri ...