x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

89 Persen Sekolah di Jawa Timur Rawan Bencana, Komisi E DPRD Jatim Minta Mitigasi Diperkuat

Avatar Alkalifi Abiyu

Edukasi

Lingkaran.net - Ribuan sekolah di Jawa Timur ternyata berada di bawah ancaman bencana. Di tengah fakta bahwa 3.645 sekolah atau 89 persen berada di kawasan rawan, baru sekitar dua persen yang telah mendapat pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). 

Kondisi ini memantik keprihatinan anggota Komisi E DPRD Jatim, Rasiyo, yang mendesak percepatan program mitigasi agar sekolah benar-benar siap menghadapi situasi darurat. 

Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim ini menilai kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. 

Menurut Rasiyo, tingginya jumlah sekolah yang berada di wilayah rawan bencana harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik dalam menghadapi situasi darurat. 

"Data ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai kita baru bergerak setelah terjadi bencana. Mitigasi harus menjadi bagian dari budaya sekolah, bukan sekadar kegiatan seremonial atau pelatihan sesaat," ujar Rasiyo, Selasa (7/7/2026). 

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengungkapkan sebanyak 3.645 dari 4.088 SMA, SMK, dan MA atau sekitar 89,2 persen berada di kawasan dengan tingkat kerawanan bencana tinggi. 

Ironisnya, baru sekitar 95 sekolah atau hanya dua persen yang telah mendapatkan pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Rasiyo mengapresiasi langkah BPBD Jatim yang menggelar Training of Facilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (TOF SPAB) bagi para guru. Namun, menurutnya, pelatihan tersebut perlu diperluas agar menjangkau seluruh sekolah di Jawa Timur. 

"Program ini sangat baik, tetapi cakupannya harus diperbesar. Guru yang telah mengikuti pelatihan harus menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing, sehingga seluruh warga sekolah memiliki kemampuan dasar menghadapi bencana," katanya. 

Politikus Demokrat asal Dapil Surabaya itu juga mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara BPBD, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, pemerintah kabupaten/kota, hingga pihak sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang tangguh terhadap bencana. 

Ia menilai kesiapsiagaan tidak cukup hanya melalui teori, tetapi juga harus diwujudkan dalam bentuk simulasi evakuasi secara berkala, penyusunan jalur evakuasi yang jelas, serta penyediaan sarana pendukung keselamatan di setiap sekolah. 

"Anak-anak harus tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa, banjir, longsor, atau bencana lainnya. Begitu pula guru harus memahami prosedur penyelamatan sehingga risiko korban dapat ditekan semaksimal mungkin," jelasnya. 

Rasiyo berharap Program Satuan Pendidikan Aman Bencana tidak berhenti pada pelatihan guru, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar sekolah. 

"Keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas. Dengan kesiapsiagaan yang baik, sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan yang aman dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana," pungkasnya.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...
Selasa, 20 Okt 2026 10:50 WIB | Umum

Polri Bongkar Dugaan Keterlibatan Asing dalam Karhutla, 98 Kasus Korporasi Naik Penyidikan

Lingkaran.net - Polri mengusut 98 kasus korporasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, dengan dugaan keterlibatan pihak asing. Kapolri ...