x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

SiLPA APBN 2026 Tembus Rp255,5 Triliun, Banggar DPR: Belum Pernah Terjadi

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyoroti tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dalam pelaksanaan APBN 2026. Berdasarkan laporan semester pemerintah, SiLPA tercatat mencapai Rp255,5 triliun. 

Angka tersebut dinilai jauh melampaui tren SiLPA pada tahun-tahun sebelumnya. Banggar DPR pun meminta pemerintah memberikan perhatian serius agar dana yang belum terserap tersebut tidak justru menjadi beban fiskal negara. 

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan, besarnya SiLPA menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat evaluasi semester pelaksanaan APBN bersama Menteri Keuangan. 

“Concern kami yang pertama adalah SiLPA sebesar Rp255,5 triliun. Selama saya di Banggar 11 tahun, biasanya rata-rata SiLPA itu sekitar Rp70 triliunan. Sekarang mencapai Rp255,5 triliun dan ini belum pernah terjadi,” ujar Said di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026). 

Politikus PDI Perjuangan itu menilai tingginya SiLPA mengindikasikan adanya pembiayaan dan investasi pemerintah yang belum terealisasi secara optimal pada semester pertama 2026. 

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangi efektivitas APBN apabila dana yang telah disiapkan tidak segera dimanfaatkan hingga akhir tahun anggaran. 

Said bahkan mengingatkan, dana yang menganggur tetap dapat menjadi beban negara karena pemerintah harus menanggung biaya bunga utang. 

“Kalau pembiayaan dan investasi itu tidak dieksekusi sampai semester kedua, maka dana tersebut tidak produktif. Padahal Rp255,5 triliun itu kalau tidak dipergunakan pemerintah akan menjadi beban bunga sekitar 7,2 persen,” tegasnya. 

Karena itu, Banggar DPR meminta pemerintah menjelaskan penyebab lambatnya realisasi pembiayaan dan investasi tersebut. 

Pemerintah juga didorong segera mempercepat pemanfaatan anggaran agar dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat. 

“Kami ingin mengetahui sampai sejauh mana program pembiayaan dan investasi dilakukan pemerintah. Jangan sampai uang yang sudah disiapkan justru menjadi beban karena tidak dimanfaatkan,” pungkas Said.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...