x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

DPRD Jatim: Keracunan MBG di Kediri Harus Jadi Momentum Evaluasi hingga Daerah

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Dugaan keracunan massal yang dialami ratusan pelajar usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kediri menjadi perhatian serius DPRD Jawa Timur.

Anggota Komisi E DPRD Jatim dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kediri, Wara Sundari Renny Pramana, meminta pemerintah menjadikan peristiwa ini sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG hingga ke daerah. 

Menurut Renny, program unggulan Presiden tersebut memiliki tujuan yang sangat mulia untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Namun, pelaksanaannya harus diawasi secara ketat agar tidak bergeser menjadi sekadar proyek yang berorientasi keuntungan. 

"Momentum evaluasi yang sudah dimulai di tingkat pusat semoga benar-benar sampai ke daerah. Jangan sampai orientasi bisnis lebih dikedepankan. Tujuan mulia Presiden akhirnya menjadi tidak tepat sasaran," tegas Renny, Selasa (28/7). 

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim ini pun menilai kualitas makanan, keamanan pangan, hingga sistem pengawasan terhadap penyedia makanan harus menjadi prioritas utama. 

Menurutnya, standar operasional penyedia MBG harus diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang. 

Ia juga meminta seluruh pihak terkait melakukan evaluasi secara transparan, mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan makanan, distribusi, hingga pengawasan kualitas sebelum makanan dikonsumsi para siswa. 

"Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Jangan sampai program yang dirancang untuk meningkatkan gizi justru menimbulkan persoalan kesehatan," ujarnya. 

Sebelumnya, sebanyak 211 pelajar dari SMP Negeri 1 Kras dan SD Negeri 1 Purwodadi, Kabupaten Kediri, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwodadi pada Kamis (23/7/2026). 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib, mengatakan hingga Senin (27/7/2026) sore terdapat 211 siswa yang melaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan. 

"Data hingga sore tadi, ada 211 siswa yang melapor mengalami gangguan kesehatan," kata Ahmad Khotib. 

Meski demikian, ia memastikan sebagian besar kondisi para siswa telah berangsur membaik. Sejumlah siswa bahkan sudah kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah, sementara lainnya masih menjalani masa pemulihan di rumah. 

Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah upaya pemerintah memperluas implementasi Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program strategis nasional. 

DPRD Jawa Timur berharap evaluasi menyeluruh dapat segera dilakukan agar kualitas layanan tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut tidak menurun.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...
Selasa, 20 Okt 2026 10:50 WIB | Umum

Polri Bongkar Dugaan Keterlibatan Asing dalam Karhutla, 98 Kasus Korporasi Naik Penyidikan

Lingkaran.net - Polri mengusut 98 kasus korporasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, dengan dugaan keterlibatan pihak asing. Kapolri ...