x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Mau Ikut Pendidikan Kesetaraan? Pemkot Surabaya Sediakan 26 Lokasi 

Avatar lingkaran.net

Edukasi

Lingkaran.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyediakan 26 lokasi belajar bagi masyarakat yang ingin mengikuti pendidikan kesetaraan. Layanan tersebut terdiri atas sembilan lokasi Program Krisna (Kesetaraan Hadir untuk Masyarakat) dan 17 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Febrina Kusumawati mengatakan, sembilan lokasi Krisna memanfaatkan fasilitas yang dekat dengan masyarakat, seperti aula kecamatan, Balai RW, dan fasilitas publik lainnya.

“Jadi kita punya sembilan lokasi Krisna yang bertempat di aula kecamatan, Balai RW, bisa juga di lokasi-lokasi lain yang memang bisa dipakai untuk sarana belajar,” ujar Febri, dalam siaran pers, Selasa (11/8/2026).

Sementara itu, 17 PKBM turut menjadi bagian dari layanan pendidikan nonformal yang dapat diakses masyarakat. Pendidikan kesetaraan yang tersedia meliputi Kejar Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA.

“Jadi 17 sama sembilan (Krisna) itu ada 26 lokasi belajar,” katanya.

Menurut Febri, penyediaan lokasi belajar tersebut merupakan upaya Pemkot Surabaya mendekatkan akses pendidikan kepada warga yang belum menuntaskan pendidikan formal.

“Karena pendidikan adalah hak semua orang. Artinya pemerintah, negara, harus hadir dalam semua elemen usia,” ujarnya.

Dispendik Surabaya juga membuka peluang pembelajaran di wilayah yang belum memiliki kelas apabila terdapat kebutuhan masyarakat. Jika ditemukan banyak warga yang belum menyelesaikan jenjang pendidikan tertentu, Dispendik dapat membuka kelas baru di lokasi tersebut.

“Kalau di titik tertentu banyak masyarakat yang misal belum punya ijazah SMP, kami bisa langsung open class di situ,” jelas Febri.

Ia menambahkan, pendidikan kesetaraan terbuka bagi masyarakat tanpa batasan usia. Program ini menjadi alternatif bagi warga yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal karena berbagai kendala.

“Kalau yang belum kesempatan untuk menyelesaikan penuntasan itu maka bisa datang ke kejar paket,” katanya.

Warga yang telah bekerja juga dapat mengikuti pendidikan kesetaraan karena pembelajarannya lebih fleksibel dibandingkan pendidikan formal. Waktu belajar dapat disesuaikan melalui komunikasi dengan tutor.

Selain mengejar ijazah, program Krisna juga membekali warga belajar dengan keterampilan melalui pembelajaran vokasi.

“Ada keterampilan yang kita sisipkan di situ. Pada saat nanti siswa atau warga belajar tadi sudah bisa menuntaskan maka ijazah kepegang, keterampilan didapat,” imbuhnya.

Febri menegaskan, lulusan pendidikan kesetaraan memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bahkan, sejumlah lulusan Kejar Paket C telah diterima di perguruan tinggi negeri.

“Success story dari mereka yang sudah lulus Kejar Paket C bisa masuk perguruan tinggi. Bahkan kemarin lulusan juga ada yang bisa masuk perguruan tinggi negeri,” pungkasnya.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...