x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Jatim Bidik Ekonomi Halal dan Hilirisasi Peternakan

Avatar Alkalifi Abiyu

Ekbis

Lingkaran.net - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama DPRD Jatim mulai membahas dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diarahkan untuk memperkuat sektor ekonomi halal sekaligus meningkatkan nilai tambah industri peternakan.

Dua Raperda tersebut yakni Raperda tentang Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Produk Halal serta Raperda tentang Pengembangan Hilirisasi Peternakan.

Pembahasannya dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Jatim, Senin (5/10/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Adhy Karyono mengatakan, pembahasan kedua Raperda tersebut merupakan respons terhadap perkembangan industri halal sekaligus kebutuhan memperkuat sektor peternakan dari hulu hingga hilir.

Menurut Adhy, potensi ekonomi halal terus berkembang, tidak hanya pada produk industri, tetapi juga merambah sektor pariwisata dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

Namun, Jawa Timur masih menghadapi sejumlah tantangan untuk menangkap peluang tersebut. Salah satunya adalah tingkat sertifikasi halal yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Persoalannya adalah kita masih dihadapkan pada rendahnya sertifikasi halal. Oleh karena itu, Perda ini mengamanatkan bagaimana ada perencanaan, tindakan, kemudian juga kemudahan bagi para UMKM mikro, kecil yang akan mengajukan sertifikasi halal,” jelas Adhy.

Ia mengatakan, Raperda tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem halal secara lebih sistematis. Pemerintah tidak hanya mendorong pelaku usaha melakukan sertifikasi, tetapi juga menyiapkan aspek perencanaan hingga pembiayaan.

“Agar Jawa Timur menjadi provinsi yang betul-betul siap untuk menghadapi halal tourism maupun halal ekonomi, halal industri, dan sebagainya,” tuturnya.

Peternakan Jangan Berhenti di Produksi

Sementara itu, Raperda mengenai pengembangan hilirisasi peternakan diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas peternakan Jawa Timur.

Adhy mengatakan, Jatim memiliki modal besar karena selama ini menjadi salah satu lumbung pangan nasional sekaligus daerah penghasil berbagai produk hewani.

Namun, menurut dia, kekuatan tersebut tidak cukup jika hanya berhenti pada produksi ternak.

Produk peternakan perlu diolah lebih lanjut agar memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi peternak maupun pelaku usaha.

“Zamannya sudah memberikan daya guna yang lebih terhadap produk yang ada untuk bisa memberikan kemudahan. Pertama bagi provinsi untuk memberikan kewenangannya, kabupaten/kota diatur, kemudian memberikan kemudahan kepada pengusaha, peternak, koperasi yang memang berkecimpung dalam dunia peternakan,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah akan mendorong hilirisasi mulai dari pengolahan produk hingga pemasaran dan akses pendanaan.

“Produk hilirisasinya itulah yang ditujukan oleh Perda ini untuk bisa dikembangkan lagi,” katanya.

Adhy berharap kebijakan tersebut dapat membuka ruang lebih besar bagi peternak, koperasi dan pelaku usaha untuk mengembangkan produk peternakan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Soal Pakan, Pemprov Koordinasi dengan Pusat

Di sisi lain, Adhy juga menanggapi persoalan yang selama ini dikeluhkan peternak, terutama terkait harga dan ketersediaan pakan.

Ia menjelaskan, sejumlah aspek terkait distribusi, harga hingga kebijakan subsidi pakan merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Meski demikian, Pemprov Jatim terus melakukan koordinasi agar sentra-sentra peternakan di Jawa Timur tetap terlindungi.

“Jawa Timur selalu berkomunikasi dengan pusat untuk bagaimana sentra-sentra peternakan di Jawa Timur bisa terlindungi,” tegasnya.

Adhy menilai Jawa Timur masih memiliki keunggulan dari sisi biaya dalam pengembangan sektor peternakan dibandingkan sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa.

Karena itu, salah satu fokus yang ingin diperkuat melalui Raperda hilirisasi peternakan adalah menjaga ketersediaan bahan baku sekaligus menciptakan iklim usaha yang mendukung keberlanjutan sektor peternakan.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...
Selasa, 20 Okt 2026 10:50 WIB | Umum

Polri Bongkar Dugaan Keterlibatan Asing dalam Karhutla, 98 Kasus Korporasi Naik Penyidikan

Lingkaran.net - Polri mengusut 98 kasus korporasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, dengan dugaan keterlibatan pihak asing. Kapolri ...