x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

15 Daerah di Jawa Timur Ajukan Sengketa Pilkada ke MK

Avatar Redaksi

Uncategorized

Surabaya, Lingkaran.net Suasana politik di Jawa Timur semakin memanas usai Pilkada serentak 2024. Hingga Rabu, 11 Desember 2024, sebanyak 15 kabupaten/kota di Jawa Timur telah mengajukan sengketa Perselisihan Hasil Pilkada (PHP) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Terbaru, Kabupaten Sumenep resmi mendaftarkan gugatan mereka.

“Sudah ada 15 daerah yang mengajukan, terakhir tadi Sumenep,” ujar Choirul Umam, Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jawa Timur.

Proses ini, menurut Umam, masih bisa bertambah seiring pengawasan intensif terhadap perkembangan permohonan sengketa. “Kami terus memantau apakah nanti akan ada tambahan atau tidak,” katanya.

Nasib Sengketa di Tangan MK

Umam menjelaskan bahwa setiap permohonan sengketa ke MK pasti diterima secara administratif. Namun, nasib perkara baru ditentukan dalam sidang awal.

Di sini, MK akan memutuskan apakah permohonan diterima untuk dilanjutkan atau ditolak karena alasan tertentu, seperti melewati batas waktu pengajuan.

“Salah satu penyebab permohonan bisa ditolak adalah jika diajukan lebih dari tiga hari kerja setelah pengumuman hasil pemilu oleh KPU. Jadi, waktu menjadi faktor penting,” tegasnya.

15 Daerah yang Menggugat

Berikut adalah daftar daerah yang telah mengajukan sengketa PHP ke MK:

1. Kabupaten Magetan

2. Kabupaten Ponorogo

3. Kabupaten Bangkalan

4. Kabupaten Banyuwangi

5. Kabupaten Gresik

6. Kabupaten Malang

7. Kota Blitar

8. Kabupaten Nganjuk

9. Kabupaten Pamekasan

10. Kabupaten Bondowoso

11. Kabupaten Lamongan

12. Kabupaten Tulungagung

13. Kota Probolinggo

14. Kabupaten Sumenep

15. Kabupaten Sampang

Panggung Politik yang Dinamis

Sengketa PHP ini menjadi cerminan dari dinamika demokrasi di Jawa Timur, di mana peserta Pilkada memperjuangkan hak dan klaim mereka melalui jalur hukum.

Meski demikian, hasil akhirnya bergantung pada pertimbangan MK, yang diharapkan dapat memberikan keputusan yang adil dan transparan.

“Kami percaya MK akan menangani setiap perkara dengan profesional. Semua pihak harus siap menerima hasil apapun demi menjaga stabilitas politik di daerah masing-masing,” pungkas Umam.

Dengan dinamika ini, perhatian publik kini tertuju pada Mahkamah Konstitusi, menanti bagaimana lembaga tersebut akan memutuskan nasib 15 daerah yang menggugat. Akankah sengketa ini berdampak pada peta politik Jawa Timur ke depan? Alkalifi Abiyu

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...