x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Jatim Habiskan 90% Anggaran Kesehatan untuk Pengobatan, Pencegahan Terabaikan

Avatar Redaksi

Umum

Surabaya, Lingkaran.net Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Jawa Timur kembali mengingatkan pentingnya pemerataan layanan kesehatan yang berkelanjutan dan berorientasi pencegahan.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Banggar, Jairi Irawa dalam laporan terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024, Rabu (28/5/2025).

Politikus Golkar ini mengungkapkan sejumlah temuan krusial terkait belanja bidang kesehatan di Jawa Timur.

Hasil pembahasan antara Banggar, TAPD, dan komisi-komisi DPRD menunjukkan bahwa 14 BLUD RSUD di Jawa Timur masih belum mencapai tingkat kemandirian fiskal yang ideal.

Rata-rata kemandirian fiskal RSUD tersebut hanya sekitar 70 persen, bahkan beberapa di bawah 60 persen. Hanya RSUD Syaiful Anwar (Malang) dan RSUD dr. Soetomo (Surabaya) yang mencatat kemandirian fiskal mendekati 90 persen.

Melihat realitas ini, lanjut Jairi, Banggar mendorong kebijakan “subsidi silang” antar-BLUD dengan memanfaatkan surplus pendapatan RSUD yang mapan untuk memperkuat RSUD yang masih lemah secara fiskal, sebagaimana diperbolehkan dalam Pasal 209 ayat (1) PP No. 12 Tahun 2019. Skema Sister Hospital pun disarankan untuk mulai diterapkan sebagai solusi inovatif.

Namun bukan hanya soal kemandirian fiskal, Banggar juga menyoroti ketimpangan alokasi belanja program kesehatan yang sangat timpang. Sebesar 90 persen belanja sektor ini masih difokuskan untuk program kuratif (pengobatan), sedangkan hanya 10 persen dialokasikan untuk program promotif dan preventif (pencegahan).

“Jangan sampai kita bangga PAD meningkat karena rumah sakit penuh, tapi lalai mengajak masyarakat hidup sehat,” tegas Jairi.

Banggar mengingatkan pentingnya membangun kesadaran hidup sehat dan memperluas akses layanan promotif-preventif agar masyarakat tidak hanya bergantung pada layanan rumah sakit.

Sebagai langkah konkret, Banggar meminta TAPD dan OPD terkait untuk merealisasikan 40 persen Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebagaimana diamanatkan dalam PMK No. 72 Tahun 2024, untuk mendukung layanan kesehatan berbasis promotif dan preventif.

"Selain itu, Banggar menegaskan pentingnya meningkatkan Universal Health Coverage (UHC) di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur agar setiap warga memiliki jaminan layanan kesehatan yang merata dan terjangkau," pungkasnya. Alkalifi Abiyu

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...
Selasa, 20 Okt 2026 10:50 WIB | Umum

Polri Bongkar Dugaan Keterlibatan Asing dalam Karhutla, 98 Kasus Korporasi Naik Penyidikan

Lingkaran.net - Polri mengusut 98 kasus korporasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, dengan dugaan keterlibatan pihak asing. Kapolri ...