x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Surabaya Siap Usir Pendatang Tanpa Pekerjaan Usai Lebaran 2026

Avatar Alkalifi Abiyu

Umum

Lingkaran.net - Pemerintah Kota Surabaya menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap arus urbanisasi pasca Lebaran 2026. Kebijakan ini diambil untuk mencegah munculnya persoalan sosial di Kota Pahlawan akibat meningkatnya jumlah pendatang tanpa kejelasan pekerjaan. 

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, setiap warga dari luar daerah yang ingin menetap di Surabaya harus memiliki pekerjaan dan sumber penghasilan yang jelas. 

“Kalau tidak memiliki pekerjaan yang jelas, tentu akan kami pertimbangkan untuk tidak masuk ke Surabaya,” tegas Eri. 

Menurutnya, langkah ini penting untuk mengantisipasi dampak urbanisasi seperti meningkatnya jumlah pengemis, gelandangan, hingga potensi tindak kriminal. Pengawasan akan dilakukan secara berlapis dengan melibatkan perangkat daerah hingga tingkat RT/RW.
Pendatang Wajib Lapor 

Pemkot juga mengimbau warga Surabaya yang membawa atau mempekerjakan pendatang agar melaporkan keberadaan mereka kepada pengurus lingkungan setempat. Pendataan ini dinilai penting untuk memastikan jumlah serta aktivitas para pendatang tetap terkontrol. 

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M Fikser, menyebut urbanisasi pasca Lebaran merupakan fenomena tahunan yang selalu menjadi perhatian. 

“Surabaya terbuka bagi siapa saja yang ingin mencari penghidupan, namun pendatang harus memiliki keterampilan dan tujuan yang jelas,” ujarnya. 

Operasi Yustisi Diperketat 

Sebagai langkah konkret, Pemkot Surabaya akan menggelar operasi yustisi yang melibatkan aparat kelurahan hingga kecamatan. Dalam operasi ini, pendatang akan diperiksa terkait kelengkapan administrasi, kepastian tempat tinggal, serta pekerjaan yang dimiliki. 

Kepala Satpol PP Surabaya, Achmad Zaini, menegaskan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan daerah asal pendatang. 

“Kalau ada yang datang dengan janji pekerjaan tertentu, kita akan cek dokumen dan perusahaan yang dimaksud,” tegasnya. 

Melalui kebijakan ini, Pemkot berharap arus urbanisasi pasca Lebaran dapat lebih terkendali. Pendatang tanpa kejelasan pekerjaan dipastikan tidak akan diberi ruang untuk menetap, demi menjaga ketertiban dan keamanan Kota Surabaya.

Artikel Terbaru
Selasa, 20 Okt 2026 18:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Rasiyo DPRD Jatim Minta Dinas Pendidikan Sisir Ijazah yang Belum Diserahkan ke Lulusan

Lingkaran.net - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendukung sikap tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang melarang sekolah menahan ...
Selasa, 20 Okt 2026 17:57 WIB | Politik & Pemerintahan

Ijazah Siswa Tak Diambil karena Takut Ditagih Komite, Wagub Emil Turun Tangan

Lingkaran.net - Ijazah lulusan SMA/SMK di Jawa Timur diduga tak kunjung diambil bukan semata karena siswa mengabaikannya, melainkan lantaran takut ditagih ...
Selasa, 20 Okt 2026 14:53 WIB | Politik & Pemerintahan

Darmawan Sutanto Tancap Gas, Gerindra Incar Takhta Bupati Ngawi

Lingkaran.net - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai besutan ...